Pengertian waterproofing Integral

Waterproofing Integral dalam pemahamannya adalah sebuah kondisi beton yang memiliki waterproofing dan terintegrasi didalamnya, atau dengan kata sederhana dapat dikatakan menciptakan beton kedap air / watertight.

Mengapa harus memakai metode waterproofing ini?

Karena metode waterproofing integral ini diciptakan atas dasar sifat beton pada umumnya dalam kondisi normal tidak bersifat kedap sehingga dalam mix design sebuah beton dibutuhkan suatu bahan tambahan (admixture) ke dalam adukan beton yang dapat menciptakan beton kedap air / watertight concrete yang salah satunya mengurangi penggunaan rasio air namun memiliki worakibilas yang baik.

Pekerjaan waterproofing integral untuk Gedung perkantoran SMARTFREN SINARMAS di Menteng Jakarta Pusat bersamaan dengan pekerjaan waterstop swellable dan floor hardener (baca : Floor Hardener Fosroc untuk Gedung Perkantoran)(baca: Waterstop Swellable untuk sambungan lantai dan dinding)

Metode apa yang digunakan?

Metode waterproofing integral yang digunakan adalah material admixture / integral yang bersifat pasticiser yaitu campuran beton sistem hidrofobik yang merubah sifat kental beton menjadi lebih cair tanpa adanya penambahan air sehingga beton menjadi padat dan kedap air.

Oleh karena itu berikut spesifikasi material yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah :

1. Waterproofing Integral menggunakan Conplast WP 421 ex Fosroc
2. Waterstop swellable menggunakan SW 10 ex Fosroc
3. Floor hardener menggunakan Nitofloor Hardtop ex Fosroc

Kapan waktu yang tepat saat waterproofing integral ini berlangsung?

Waktu pelaksanaan diupayakan agar dikerjakan pada saat arus lalu lintas lancar sehingga pengecoran tidak terputus, apabila batching plant berada di luar proyek.  Untuk mendapatkan hasil pengecoran yang baik disarankan setiap pengecoran harus menggunakan pompa beton.

Bagaimana cara penuangan material waterproofing integral ini?

Pada pekerjaan ini penggunaan Conplast WP 421 sebanyak 2 liter / m3.  Tidak boleh adanya penambahan air ke dalam beton oleh pihak manapun sejak truck mixer keluar dari batching plant sampai tiba di lokasi.

Apabila ada penurunan slump dapat ditambahkan kembali Conplast WP 421 dengan maksimum pemakaian 4 liter / m3.  Selama pengecoran integral waterproofing belum berakhir, seluruh system dewatering harus terus menerus berlangsung.  Pelaksanaan pengecoran secara baik termasuk mechanical vibrator, bekisting yang tidak bocor, tebal selimut beton yang cukup & masa pemeliharaan (curingbeton).

Selama pengecoran integral waterproofing belum berakhir, seluruh sistem dewatering harus terus menerus berlangsung.

Pelaksanaan pengecoran secara baik termasuk vibrator mekanis, bekisting yang tidak bocor, tebal selimut beton yang cukup & masa garansi (curingbeton).

Pada saat truck mixer sampai di lokasi diadakan pengambilan slump beton dimana slump yang disyaratkan 6 – 10 cm, apabila memenuhi persyaratan dapat ditambahkan Conplast WP 421 ke dalam truck mixer, diaduk ± 5 menit hingga merata dan homogen dengan campuran beton yang ada. Apabila slump memenuhi syarat, dapat dicorkan pada area yang akan dikerjakan.

Berikut beberapa dokumentasi pengerjaannya:

Waterproofing Integral
Pengetesan slum
Penuangan waterproofing integral
Penuangan waterproofing integral

Untuk lebih jelasnya dapat hubungi kami KLIK DISINI

Baca juga artikel lainnya Pengerjaan Waterstop PVCPemasangan Waterstop Swallable.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here