
Masalah kebocoran sering dianggap sepele sampai akhirnya menimbulkan kerusakan yang lebih besar. Banyak orang langsung mencari solusi cepat tanpa memahami penyebab utama rembesan air pada bangunan. Salah satu metode yang cukup populer adalah waterproofing coating, yaitu lapisan pelindung yang diaplikasikan seperti cat untuk membantu mencegah air masuk ke permukaan struktur.
Namun, meskipun terlihat praktis, penggunaan waterproofing coating sebenarnya tidak bisa disamakan untuk semua kondisi. Setiap bangunan memiliki karakteristik berbeda, sehingga memahami situasi yang tepat menjadi langkah awal sebelum memilih metode waterproofing.
Mengapa Tidak Semua Kebocoran Cocok Menggunakan Waterproofing Coating
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap waterproofing coating sebagai solusi universal. Banyak orang memilihnya karena proses aplikasinya relatif cepat dan terlihat sederhana. Padahal, faktor seperti kondisi permukaan, tingkat paparan cuaca, dan penyebab kebocoran perlu diperhatikan terlebih dahulu.
Sebagai contoh, pada area yang mengalami tekanan air cukup tinggi dari luar atau memiliki keretakan yang cukup besar, penggunaan waterproofing coating saja mungkin kurang optimal. Inilah alasan mengapa pendekatan yang lebih menyeluruh sering memberikan hasil yang lebih baik dibanding hanya fokus pada satu metode.
Baca juga : Harga Waterproofing Terbaru
Situasi di Mana Waterproofing Coating Menjadi Pilihan Efektif
Meski tidak selalu menjadi solusi utama, waterproofing coating tetap memiliki banyak keunggulan jika digunakan pada kondisi yang tepat. Beberapa area yang sering menggunakan metode ini antara lain atap dak beton, balkon, atau bagian bangunan dengan banyak sudut yang sulit dijangkau oleh sistem lain.
Sifatnya yang fleksibel membuat waterproofing coating mampu mengikuti bentuk permukaan dengan lebih mudah. Selain itu, karena tidak memiliki sambungan seperti beberapa sistem lainnya, risiko kebocoran pada titik tertentu dapat berkurang.
Pada proyek renovasi, waterproofing coating juga sering dipilih karena aplikasinya tidak selalu membutuhkan pembongkaran besar. Hal ini membuat proses perbaikan terasa lebih praktis dan efisien.
Hal-Hal Sederhana yang Sering Terlewat
Banyak orang hanya fokus pada produk yang digunakan, tetapi lupa bahwa hasil akhir waterproofing coating sangat dipengaruhi oleh persiapan awal. Surface preparation memainkan peran penting dalam memastikan daya rekat optimal. Permukaan yang terlalu lembap, kotor, atau tidak rata dapat mengurangi performa sistem secara signifikan.
Selain itu, penggunaan primer sering dianggap sepele, padahal primer membantu meningkatkan adhesi dan memperpanjang umur lapisan. Ketebalan aplikasi juga harus sesuai spesifikasi, karena lapisan yang terlalu tipis tidak mampu memberikan perlindungan maksimal. Faktor curing time dan kondisi cuaca saat aplikasi juga menjadi aspek teknis yang tidak boleh diabaikan.
Dengan memahami detail kecil seperti ini, penggunaan waterproofing coating bisa menjadi lebih efektif dan tahan lama.
Membandingkan dengan Metode Lain Secara Bijak
Saat memilih sistem waterproofing, penting untuk melihat kebutuhan secara keseluruhan. Waterproofing coating unggul dalam fleksibilitas dan kemudahan aplikasi, terutama pada permukaan dengan bentuk kompleks. Namun, pada kondisi tertentu, metode lain mungkin lebih sesuai.
Pendekatan yang bijak adalah melihat setiap metode sebagai bagian dari pilihan yang saling melengkapi, bukan sebagai solusi yang saling menggantikan. Dengan begitu, risiko kesalahan pemilihan metode dapat diminimalkan.
Baca Juga : Keterkaitan antara Waterproofing dan Firestop
Pendekatan yang Mulai Banyak Digunakan di Lapangan

Jika dibandingkan dengan membran bakar atau self-adhesive membrane, waterproofing coating memiliki kelebihan dalam fleksibilitas dan kemudahan mengikuti bentuk permukaan. Namun, membran sering unggul pada area dengan kebutuhan ketahanan mekanis tinggi. Sementara itu, metode injeksi lebih cocok untuk memperbaiki kebocoran yang sudah terjadi pada struktur beton. Pemilihan sistem yang tepat bukan hanya soal material terbaik, melainkan kesesuaian metode dengan kondisi proyek. Oleh karena itu, banyak praktisi konstruksi menyarankan pendekatan berbasis sistem daripada hanya fokus pada satu produk.
Pendekatan seperti ini biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki pengalaman di bidang konstruksi kimia dan memahami kebutuhan proyek secara menyeluruh. Beberapa di antaranya, termasuk PT Niaga Artha Chemcons, dikenal menggunakan analisa kondisi lapangan sebelum menentukan jenis waterproofing coating yang digunakan, sehingga solusi yang dipilih terasa lebih relevan dan tidak sekadar mengikuti tren.
Konsultasikan sekarang secara gratis dan dapatkan survey gratis untuk area Jabodetabek. Hubungi dengan KLIK DI SINI atau melalui email sales@ptnac.com.


